Hosting Gratis

Tersenyumlah Maka Hidup Kita Akan Terasa Indah

Tersenyumlah Maka Hidup Kita Akan Terasa Indah - Malam belum begitu larut, seorang istri menunggu suaminya pulang kerja. Membantu sang buah hati mengerjakan PR. Terdengar suara motor, pertanda suaminya telah pulang. Disambut dengan penuh suka cita. Berebut menyambut kedatangannya. Wajahnya terlihat letih dan lelah. Sepanjang hari pekerjaan menumpuk. bukan senyuman yang didapat. Suami itu membentak istrinya. Istrinya membalas dengan senyuman. mencium tangan Sang Suami tercinta.  Ayah, sudah saya siapkan air hangat untukmu, kata Sang Istri.

Suaminya bergegas mengambil handuk, Suaminya terheran, bentakannya dibalas dengan senyuman, setelah usai mandi, letih dan penat telah hilang. Suami menghampiri istrinya. Ditelinga membisikkan kata, ‘Mah, maafin ayah ya.’ Suami istri itu saling berpandangan. Anaknya memeluk ibundanya dari belakang. Terdengar suara tertawa riuh.  Terasa damai dihati. Maka tersenyumlah sebab itu adalah anugerah yang terindah dari Allah, karena Allah menempatkan diri kita pada derajat sebagai kekasihNya yang mampu mengolah kebencian menjadi kesejukan hati, mengolah cacian menjadi senyuman. Tersenyumlah maka hidup kita terasa indah.
Baca Selengkapnya>

Perjalanan Untuk Mencapai Sebuah Tujuan

Perjalanan Untuk Mencapai Sebuah Tujuan - Seorang Raja yang mengatakan kepada seorang penunggang kudanya, jika kamu bisa naik kuda dan menjelajahi daerah seluas apapun, saya akan memberikan kepada mu daerah seluas yang bisa dijelajahi mu. Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya dan menunggang kudanya secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin.

Dia melaju dan terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin. Ketika lapar dan letih, dia tidak berhenti karena dia ingin menguasai dataran seluas mungkin. Akhirnya, sampailah dia pada suatu tempat di mana cukup luas daerah telah berhasil dijelajahinya, dan dia menjadi begitu kelelahan dan hampir mati demi mencapai sebuah tujuan. Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, “mengapa aku memaksa diri begitu keras untuk menguasai daerah yang begitu luas?

Cerita ini mirip dengan perjalanan hidup kita. Kita memaksa diri begitu keras untuk mencapai sebuah tujuan. Bahkan kita sampai mengabaikan kesehatan kita, waktu kita bersama keluarga, kesempatan mengagumi keindahan sekitar, hal-hal yang ingin kita lakukan, dan juga kehidupan rohani dan pelayanan kita.

Suatu hari ketika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu, tetapi kita tidak mampu memutar mundur waktu atas semua yang tidak sempat kita lakukan. Ketika kita melakukan sebuah perjalanan pastinya ada hal-hal yang perlu kita perhatikan yaitu tujuan. Begitu juga hidup, jika kita tidak punya tujuan hidup yang jelas, pastinya kita akan kebingungan melangkah karena kehilangan arah.

Bayangkanlah saat kita mengendarai mobil atau motor, saat itulah kita berhadapan dengan banyak orang dalam suatu perjalanan, didalam perjalanan itu kita tidak mengenal satu sama lain, kita harus menghadapi kerasnya perjalanan itu sendiri.

Banyak masalah yang akan kita temui untuk mencapai sebuah tujuan, bagaimana kita akan menghadapi masalah itu, dan jalan mana yang kita tempuh? Semua itu tergantung kepada diri kita sendiri. Setiap orang berbeda-beda dalam mencapai tujuannya, meskipun ada orang yang mempunyai tujuan yang sama, pasti orang itu akan sampai ke tempat tujuan dengan waktu yang berbeda, karena ia mengambil jalan dan cara yang berbeda.

Begitulah perjalanan untuk mencapai sebuah tujuan, maka jalanilah hidup yang seimbang, berpikir positif, menikmati kehidupan, belajarlah untuk menghormati, dan yang terutama adalah mengetahui apa yang TERPENTING dalam hidup kita, dan serahkanlah perbuatan kita kepada TUHAN, maka perjalanan untuk mencapai sebuah tujuan hidup kita akan tercapai.
Baca Selengkapnya>

Jangan Lupa Like Suka ya !!!

×